CERPEN KARYA BU DEWI MAYASARI, S.Sn BERCERITA tENTANG" LANTUNAN SHOLAWAT AZIZAH" CERPEN JUARA

 


LANTUNAN  SHOLAWAT  AZIZAH

 

Karya  Dewi Mayasari

 

            Semerbak wangi bunga melati yang tumbuh di halaman rumah Azizah,  mekar mewangi ditiup angiin  pagi, setelah sholat subuh Azizah memeriksa halaman rumahnya dan mulai

menyiram bunga  melati yang sedang tumbuh mekar, Azizah menyiram bunga sambil melantunkan sholawat yang sudah rutin ia lakukan.Azizah meriksa ruangan rumah baca yang diberinama ‘SHOLAWAT’ yang ia dirikan untuk belajar mengaji anak –anak kampung dan masyarakat yang  buta huruf. Ini semua atas  ide Mas Hilman seorang mahasiswa yang pernah Kuliah Kerja Nyata dikampungmya. Mas Hilman banyak membantui Azizah, waktu itu Azizah masih duduk dibangku Madrasah Aliyah Nurusyahid kelas X, Sudah dua tahun Mas Hilman tak ada kabar,

      ‘Ah... kok aku tiba-tiba kangen sama Mas Hilman ya, apakah Mas  Hilman masih ingat aku atau tidak ya’ ’ gumam Azizah dalam hati, Azizah menatap pigura yang tertera dideretan buku-buku yang tertata rapih disana terpampang foto mas Hilman dan teman-temannya j.Azizah ada disamping Mas Hilman.

        ‘Mas Hilman , aku kangen sama kamu, dimanakah kau sekarang?”Azizah merasa ada yang hilang dalam hidupnya, ia masih teringat sosok pemuda tampan yang telah     mengajari banyak hal, kemudian Azizah merapikan buku-buku bacaan, ia tertuju pada satu buku yang diberikan Mas Hilman, tentang buku keutamaan membaca Sholawat dan itu pula yang selalu terngiang ditelinga Azizah  seperti halnya mendiang ibu tak henti-hentinya menyuruh sholat lima waktu dan bacaan Sholawat jangan ditinggalkan,. Dua sosok itu yang membuat Azizah semakin dekat dengan Allah Swt, tanpa nasehat mereka Azizah hatinya hampa dan tidak tahu apa-apa tentang arti mendekatkan diri pada pemilik semesta Alam ini’. Ini yang harus kita syukuri nikmatMu ya Allah’ Azizah terus beralih ke tanaman hias, ia mulai merapikan bunga-bunganya  sambil terus melantunkan Sholawat untuk menghilangkan kesepian .

     ‘ ‘Sholatullah sholamullaaah ala toha Rosullilah, Sholatulllah solamullah ala yasin habibilah.’’ Azizah terus berulangkali melantunkan sholawat. Ditatapnya satu persatu tanamannya, ia merasa senang dengan bunga- bunga yang ditanamnya, kebetulan Tanaman Hias yang ia kelpla itu hanya meneruskan usaha mendiang ibunya yang telah setahun yang lalu meninggal.

         ‘Neng  bunganya bagus-bagus, bolehkah ibu beli satu bungannya ‘’ Kata seorang ibu  yang baru turun dari mobil Avansa berwarna silfer, , Ibu itu terus melihat-lihat sekelilingnya, dan matanya tertuju pada  Rumah Baca ‘SHOLAWAT’ .Azizah menghampiri ibu yang mau membeli tanaman hiasnya. Azizah merasa heran pada ibu itu , kenapa ia selalu memperhatikan foto-foto mahasiswa yang  ia pajang di antara buku-buku bacaan yang tersusun rapi di rak buku. Katanya mau membeli bunga, kenapa malah mengalihkan pandangannya ke Rumah Baca ‘SHOLAWAT?” Azizah heran dengan sikap ibu  itu.

       ‘Bu  mau membeli yang mana bunganya?li’ kata Azizah lagi sambil merapikan bunga-bunganya,

        ‘Sebentar Neng, sepertinya ibu kenal dengan salah satu mahasiswa di foto iitu!’

          ‘Itu para mahasiswa yang KKN bu,  dua tahun yang lalu, mereka yang mendirikan taman baca Sholawat ini, mereka membantu mencari buku-buku bacaan  untuk belajar anak-anak kampung dan orang tua yang buta huruf, sekaligus kalau sore  anak-anak  belajar mengaji disini bu!’Azizah menjelaskan.

         Ini yang tengah anak saya, jadi  ini yang sering dia katakan  dan kamu yang bernama Azizah ya!”

     “ Iya bu, saya Azizah, ibu kenal sama mas Hilman?”

      ‘Ya jelaslah dia kan anak saya,.. jadi kamu gadis kampung yang suka dipuji . Hilman anak saya.. saya peringatkan sama kamu Azizah ,kamu jangan dekat-dekat sama Anak saya, karena Hilman sudah ibu jodohkan dengan Shely anak seorang Anggota DPR, Kamu jangan coba-coba menggoda anak saya, cam kan itu, ya sudah ibu pergi dulu.

        ‘Bu jadi enggak beli bunganya? Kata Azizah nerasa heran dengan sikap ibunya  Mas Hilman yang tiba-tiba berubah pikiran dan tidak jadi membeli bungya.

        ‘Oh ... ini  bunganya bu, kalau ibu suka ambil aja yang mana ibu mau! Kata Azizah sambil menunjuk ke salah satu tanaman bunga yang ada dihadapannya.

‘ Ga jadi ! ibu  akan beritahu Hilman supaya gak pernah datang lagi kesini nemui gadis kampungan inil , ‘ Kata si ibu sambil melaju dengan mobil  Avansa berwarna silver.  Azizah  hanya  terdiam dan merasa heran dengan sikap ibunya Mas Hilman, ia tak mengerti , kenapa Mas Hilman tidak boleh kesini lagi?’ Azizah malah menerawang pikiranya kemana mana, ia membayangkan Mas hilman dua tahun yang lau, yang selau bersama-sama mengajari ngaji anak-anak sebelum situasi Pandemi, betapa indahnya  waktu itu, Mas Hilman banyak memberikan ilmu  , waktu itu, ibu masih ada, selalu memberi nasehat padaku juga mas Hilman ‘Jangan lupa Sholat nak disetiap lima waktu da jangan lupa selalu baca Sholawat Nabi, itu tandanya cinta kita kepada nabi Muhammad SAW,, suatu saat akan mendapat safaat di akherat nanti, ‘Kata ibu waktu itu. Aku dan mas Hilman hanya mengannguk’ Tapi sayang ibu sudah tiada. Azizah segera bergegas kedalam rumah,  Azizah  mengambil air wudu dan sudah terbiasa  menjalankan sholat duha

                 .Azizah penasaran dalam pikiranya i terngingat ibunya Hilman i yang melarang Mas Hilman untuk menemuinya, bahkan  Mas Hilman  akan bertunangan dengan pilihan ibunya yang bernama Shely, Seandainya ibuku  masih ada, aku tak akan kesepian seperti ini, kini aku hanya hidup dengan seorang ayah yang kerjanya hanya tukang penggali kubur  ., memang tugasnya mulia yang harus aku syukuri”. Kata Azizah dalam hatinya.’  Ibu aku ingin  mencurahkan isi hatiku yang sedang bergejolak, ingin menumpahkan segala keluh kesah ini, apakah aku tak pantas bersanding dengan Mas Hilman? Ibu, adalah mutiaraku  yang telah banyak mengajaiku segala hal, ibulah yang banyak mengajarkan Sholawat Nabi yang harus aku lantunkan supaya dalam hidup kita dapat safaat Rosullullah.’Azizah masih terngiang kata-kata almarhumah ibunya. Sebagai amanah sebelum meninggal.

            ‘‘ya Allah, aku bersyukur padamu, punya ibu yang telah membuat aku tegar, sabar dan banyak bersyukur,’                         

             ‘Mungkin bahagianya punya ibu. Yang selalu menasehati, membimbing menyayangiku terutama ibu yang selalu mengajari aku tentang hapalan Alqur;an dan lantunan solawat nabi, t

       ‘ ,Ah aku jadi  n gelantu!”, .Azizah teringat  pada ibunya mas  Hilman , i ya, sepertinya seorang ibu terhormat, tapi ibunya mas Hilman sepertinya tak menyukaiku

           Mentari pagi mulai meninggi, Azizah, melihat jam dinding yang terus bergerak, sang waktu begitu cepat, ia membuka Hanpond barangkali ada tugas daring dari gurunya, ternyata memang ada, hari ini ada pelajaran Qurdis ,yang perintahnya adalah hafalan ayat-ayat suci Alqur’an dan melantunkan sholawat nabi. Azizah mengambil Alqur’an dan melantunkan ayat=ayat Alquran dengan suara merdu lewat voice note supaya terdengar oleh gurunya, sudah  beberapa surat pendek yang ia lantunkan dan dilanjutkan dengan bacan sholawat nabi.tiba-tiba diluar ada yang mengucapkan salam

               ‘Assalamualaekum, Azizah hanya membalas salam itu kemudian menyelesaikan bacaan sholawatnya hanya menyahut dari dalam, ‘Tunggu sebentar’!

               ‘Allahumasoli ala sayididina Muhammad, Waala ali sayidina muhamad. Solatullah solamullahh ala toha habibilah solatullah sola mullah ala yasin habibilah,. Sodakallah hul adzim. , Azizah membuka mukenanya dan merapikan kerudungnya, ia bergegas membukakan pintu rumahnya

, dibukakanya pintu rumahnya, Azizah merasa kaget dihadapannya ada seorang lelaki tampan , memakai peci hitam dan baju koko berwarna coklat bersalur batik.

          ‘ Assalamualaekum,’ kata lelaki itu ,menatap Azizah tak berkedip, Azizah ditatap seperti itu ia menunduk malu, tak menyangka tamu yang datang adalah Mas Hilman, Azizah hanya terdiam, begitu juga lMas Hilman, Azizah  memecah kesunyian dengan menjawab salam lelaki tampan itu, walaupun perasaan Azizah tak keruan, ada perasaan aneh menjalar dihatinya. Baru pertama kali ia rasakan, Azizah tak mengerti dengan semua ini, perasan ini datang secara tiba-tiba, walaupun hatinya gemetar a da perasaan aneh menyelimuti hatinya,

            ‘Waalaekumsalam’ Mas Hilman? Benar ini Mas Hilman, aku  tidak salah lihat,.’ Azizah bertanya lagi pada lelaki itu.yang ada dihadapannya, entah perasaan apa yang ia rasakan, Azizah tak berani menatap wajah tampan lelaki itu, keringat dingin yang ia rasakan, gemuruh batinnya terus bergejolak Azizah tak bisa menguasai dirinya, ia merasa gugup dan canggung berhadapannya.  Mas Hilman .

           Apa khabar Azizah, kamu semakin cantik pake kerudung putih ini, kamu tertap melaksanakan nasehat ibumu, oh ya..ibumu dimana, kok tak terdengar suaranya.’ Kata Hilman ingin tahu. Azizah hanya menunduk tak kuat menahan tangis, ia tak berkata sepatah kata pun , sehingga Mas Hilman heran dengan sikap Azizah yang tiba-tiba murung.

           ibu...Eu...su dah me...ningggal Mas, lkata Azizah terbatabata,

        ‘ innalilahi wainailaihirojiun, ‘kamu sabar ya Azizah, kamu pasti kuat, kata Holman menenangkan.

      Azizah, kamu gak nyuruh Mas Hilman masuk atau kita ngobrol dirumah baca , Aku kangen dengan suasana seperti dulu,

‘ Maaf ya Mas kita bukan muhrim, lain kali aja kalau ada bapaki  dirumahnya i, kebetulan sedang kekuburan, nanti kita  kena fitnah !.

              , Sementara itu ada suara perempuan berteriak turun dari mobil Brio berwarna Merah .

       ‘Hilman... rupanya kamu disini, Hah?” Mamah kan udah bilang jangan temui gadis kampung ini!, lihat siapa yang mamah bawa, mamah sengaja ngajak Shely  untuk mencari kamu.untuk segera bertunangan dengan dia. Mamah menujuk Shely

           ‘ Mamah... apa- apan ini,  Hilman tidak mau bertunangan dengan Shely, Hilman sudah punya pilihan sendiri , Hilman akan memilih Azizah sebagai  calon istri Hilman , ia akan Hilman hitbah dan taaruf dulu mah,Hilman sudah bulat untuk memilih Azizah’.

      ‘apa ? Mamah tidak setuju dan tidak bakalan merestui hubungan kalian, Hai kamu gadis kampung , kamu sudah ngasih ramuan apa sih pada anak saya, saya kan udah peringatkan supaya kamu tidak menggoda anak saya mengerti.?

          ‘ya bu. ‘tiba –tiba Ayah Azizah datang dan tidak  suka anaknya direndahkan seperti itu, walaupun miskin tidak mau harga dirinya diinjak-injak.

          Hai! Janagan bentak anak saya, ibu tidak berhak berbuat seperti itu pada anak saya,’ Kata seorang lelaki separuh baya , rupanya dia adalah ayahnya Azizah yang baru datang  dari aktivitasnya.

          ‘Oh , kebetulan sekali ada bapaknya, Saya peringatkan bahwa anak bapak jangan  kegatelan ya dan tidak mnggoda anak saya,’

          ‘Ma, sudahlah ,hentikan  bicara maama, sudah-sudah. Maafkan  mamah saya ya pak, ya Azizah atas sikap mamah saya, atas ketidaknyamanan ini, mari saya permisi dulu.

         Hai kamu awas Azizah, kamu  perhitungan dengan saya?’Tiba-yiba Shely menunjuk pada Azizah

       “Shely, kamu apa- apaan ini, kamu tidak berhak seperti itu , ayo kita pulang, ga enak  ribut di rumah orang, ayo mah, mamah ikut aku, dan kamu Shely silahkan kamu pulang sendiri,

       ‘Azizah, pak maaf sekali lagi, atas ketidak nyamanaan  seperti ini, kami permisi dulu, Assaalamualaekum, ayo mah ,

Hilman mengajak mamahnya dan Shely pergi meninggalkan rumah Azizah, Azizah menarik napas 

     ‘Astagfirlahaladzim, kata Azizah lirih, ia menatap Ayahnya dan mengajak masuk kedalam rumah.,

          Kejadian ini jadi pelajaran ,buat Azizah, ia tak mau terbuai dengan cinta, ia hanya fokus belajar menggapai cita-citanya sebagai pelantun Sholawat, jodoh tak akan kemana, dan Tuhan telah memilihkan jodohnya nanti,Entahlah, Mas Hilman hanya sebuah kenangan yang banyak membuat cerita.dalam hidup Azizah.

           

  BIONiARASI

 Assalamualaekum Warahmatullah Wabaraokatuh

       Nama Dewi Mayasari , S. Sn lahir di Majalengka, menggeluti dunia literasi sejak dibangku SMA, Karyanya banyakt d muat dii media masa lokal ,Pendidikan terakhir STSI/ISBI Bandung jurusan teater, Dunia seni Teater digelutinya dengan masuk berbagai  di Bandung dan Corebon dengan bermain beberapa naskah,Adapun dunia literasi terus dijalaninya juga dengan meraih beberapa penghargaan di beberapa Antologi PUISI dan Cerpen diantaranya, Sebagai Penullis terbaik Antologi Goresan Untuk Ulama,Kemilau Cinta Ramadaan, Untaian Bahasa Cinta, Gurita Kehidupan, Galeri Cinta, dan puluhan karya sebagai penulis terpilih. Ada beberapa  naskah drama dan Scenario film  Pendek dalam   event Nasional, Walaupun usianya telah senja tetap semangat berkarya  sebagai penggiat seni dan sebagai pengajar Seni Budaya di MA Nurussyahid Kertajati dan MTSN 8  Majalengka,

                                                       

Majalengka 1 September 2021

 

0 Response to "CERPEN KARYA BU DEWI MAYASARI, S.Sn BERCERITA tENTANG" LANTUNAN SHOLAWAT AZIZAH" CERPEN JUARA "

Post a Comment